Selasa, 15 Maret 2016

ORG JEPANG NAIK HAJI

Dari grup sebelah

"ORANG JEPANG NAIK HAJI"

“Subarashi..! Subarashi..!” atau “Luar Biasa.! Luar Bias.!”, itulah yang ber-ulangkali diucapkan oleh Omar-san, orang Jepang dalam kloter haji kami.

Kalimat itu diucapkannya saat melihat Ka’bah.
Bersama dengan Omar-san, ada 10 orang Jepang lain yang ikut haji tahun ini dari kloter haji embarkasi Jepang.

Bagi Omar-san, yang baru memeluk Islam 3 tahun lalu, ini adalah kali pertamanya naik haji. Ia begitu kagum dan terkesima dengan masif-nya jumlah jamaah haji dari berbagai penjuru dunia yang datang saat bersamaan dan melaku-kan ritual haji yang sama.

Ada satu kekuatan besar yang mampu membawa berjuta-juta orang secara sukarela datang ke tanah suci. Hal itulah yang membuatnya terpana di depan Ka’bah.

Berangkat haji bersama orang Jepang menarik. Bagaimana tidak, selama tinggal di Jepang, saya jarang melihat orang Jepang yang beragama Islam (ataupun beragama lainnya, Kristen atau Yahudi). Kebanyakan tidak memilih agama tertentu, mereka kebanyakan menganut ajaran Shinto yang lebih bersifat budaya ketimbang agama.

Sehari-hari, sebenarnya orang Jepang sudah berperilaku lebih dari orang beragama. Mereka sangat santun, sabar, bersih, tekun, disiplin, dan tertib dalam ber-masyarakat. Semua ajaran agama yang menganjur-kan kebaikan dan perilaku terpuji telah mereka terapkan tanpa harus memeluk suatu agama tertentu. Hal ini bisa di-lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Agama, datang ke dunia untuk memperbaiki akhlak, atau perilaku manusia. Sayapun bertanya pada Omar-san, apabila akhlak di masyarakat sudah baik, masih perlukah orang Jepang memeluk agama.
Menurutnya, Jepang memang sebuah masyarakat yang tertata baik dan aplikatif dari ajaran "agama-nya"..

Namun pada ujungnya, manusia tetap membutuh-kan tambatan hati. Sebuah oase tempat mengadu dalam keadaan sendiri, baik suka maupun duka. Sebuah tautan kala sedang dirundung beragam masalah dan tekanan dunia.

Tanpa agama, berbagai pelarian dicari oleh orang Jepang untuk mencari ketenangan hati. Jadi., menurut Omar san, orang Jepang masih memerlukan agama.

Hal itulah yang me-latarbelakangi Omar-san untuk memeluk agama. Ia mengatakan bahwa setelah beragama, ia menemukan ketenangan hati dan kedamaian jiwa. Meski demikian, banyak orang yang bertanya padanya, tidakkah sulit menjadi Islam di Jepang.

Permasalahan bagi orang Jepang dalam memeluk Islam bukan pada ideologi, namun pada urusan praktikalitas ritual.

Menjalankan ibadah sholat sebanyak 5 kali sehari, puasa sebulan, dan melaksanakan haji, adalah aktivitas yang sangat sulit dalam lingkungan orang Jepang.

Bangsa Jepang adalah pekerja keras. Bekerja di perusahaan Jepang misalnya, sulit mendapat dispensasi ijin sholat pada waktunya, apalagi cuti ibadah haji. Nyaris mustahil untuk dikabulkan. Belum lagi soal pilihan makanan halal yang amat jarang di Jepang.

Namun berbeda dengan barat yang memiliki prejudice tentang Islam, di Jepang pandangan masyarakat tentang Islam tidak seburuk di barat. Bagi orang Jepang, agama apa saja dipandang baik, karena ajaran setiap agama adalah mengarah pada kebaikan. Oleh karena itu, Islam lebih gampang diterima banyak orang Jepang.

Omar-san sendiri beruntung. Ia adalah Presiden Direktur (Sachoo) sebuah perusahaan konstruksi milik sendiri. Perusahaannya tergolong besar di daerah Kasugai, Aichi-Ken, di sekitar kota Nagoya. Jadi., ia bisa mengatur praktik ritual agama, termasuk saat ia memutuskan naik haji bersama istrinya, yang juga orang Jepang.

Selain Omar-san ada Saif Takehito, diplomat Jepang di Kedutaan Besar Jepang di Dubai. Jago bahasa Arab dan ahli membaca Al Qur’an (saya saja sampai minder mendengar ia membaca Qur’an).
Sementara yang lain-nya Muhammad Syarief seorang wirausaha tinggal di Tokyo.

Karakter dan kultur dari orang Jepang yang baik dan santun, tercermin saat menjalankan ibadah haji. Dalam kondisi apapun, mereka tetap diam dan sabar. Persis saat mereka menghadapi bencana alam Maret lalu.

Tekanan terbesar dari ibadah haji adalah soal kesabaran. Mulai dari kedatangan di Arab, prosesi ibadah, aktifitas sehari-hari, hingga kembali ke Jepang, ujian kesabaran silih berganti.

Banyak dari kita yang kadang lepas kontrol, lalu marah-marah dan malah beradu mulut dengan jamaah lain. Tapi saya melihat para jamaah haji dari Jepang memiliki kesabaran yang tinggi. Padahal mereka dihadapkan pada kondisi yang bertolak belakang dengan keadaan negaranya yang tertib dan teratur.

Suatu malam di Mina, terjadi kekacauan di maktab kami, saat kembali dari melempar jumrah, tenda kami dipindahkan pengelola. Akibatnya, barang-barang semua tercecer, bahkan ada yang kehilangan.
Beberapa jamaah haji dari negara lain ada yang marah-marah dan menyalahkan panitia karena tidak menjaga barangnya dan bahkan sampai ingin menuntut ganti rugi.

Masya Allah!
Mereka sampai harus ditenangkan oleh semua yang ada di tenda, “Sabar haji. Sabar.Istighfaar.This is Hajj...”. Baru-lah kemudian mereka me-ngucapkan istighfar dan meminta maaf karena menimbulkan kekacauan di tenda.

Sementara itu saya melihat Muhammad Syarief kehilangan sleeping bag-nya hanya celingak celinguk tapi diam saja tanpa protes dan mengeluh. Ia malah menggelar handuk dan tidur langsung di karpet dalam diam. Simpati jamaah di tenda kami-pun diarahkan pada dirinya. Kamipun meminjamkan-nya sleeping bag, memberinya obat dan makanan, serta menawarkan lokasi tidur yang nyaman. Semua jamaah simpati pada kesantunan orang Jepang ini.

Hal serupa saya juga perhatikan dari diri Saif Takehito. Suatu malam kita harus menunggu di Arafah hingga menjelang tengah malam. Saat itu ada kecelakaan bis sehingga semua jalan menuju Muzdalifah di-tutup. Akibatnya bis rombongan kita tertunda keberangkatannya ke Muzdalifah. Banyak jamaah di kelompok kami yang beradu mulut dan berdebat. Mereka merasa harus tiba di Muzdalifah sebelum tengah malam dan melakukan sholat dua rakaat, sesuai sunah Nabi. Pimpinan rombongan mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, sholat bisa dilaksanakan di Arafah. Tapi banyak jamaah yang tidak terima, perdebatanpun terjadi bahkan cenderung memanas.

Saif Takehito saya lihat hanya duduk saja di bawah pohon sambil berulangkali melafazkan nama-nama Allah (berdzikir).

Saat saya tanya bagaimana pendapatnya, Saif berkata yang terjadi di luar kehendak manusia, kita tak bisa berbuat apa. Semua kehendak Allah. Jadi janganlah kita saling berbantahan, kita harus bersabar dan ikuti perintah pimpinan kita.
Masya Allah, jadi malu oleh ucapan dari orang Jepang yang notabene baru memeluk Islam.

Meski orang Jepang dihadapkan pada suasana yang jauh berbeda dengan negerinya, mereka ternyata bisa memahami dan tetap sabar. Mereka tidak mengeluh dan menyalah-kan keadaan.
Hal tersebut memberi saya sebuah kesadaran, bahwa keber-agama-an bukan semata soal pengetahuan. Akhlak dan perilaku baik, terbentuk bukan saja dari pengetahuan, tapi lebih pada kebiasaan.

Orang Jepang sejak kecil sudah dibiasakan dan di-didik berbuat baik, sabar, dan memerhatikan kepentingan orang lain.

Di sekolah, di rumah, di masyarakat, ajaran dan yang dilihat sama. Sementara banyak orang beragama yang hanya diajarkan dan diminta menghafalkan cara berbuat baik dan sabar.

Itulah sebabnya dulu Nabi Muhammad Saw senantiasa berkata, “Biasakanlah berbuat baik., biasakanlah berbuat baik” Bukan menghafal perbuatan baik, tapi membiasakan berbuat baik. Tentu tujuan-nya agar kita menjadi orang baik, yang sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat

Sabtu, 12 Maret 2016

10 ALASAN KENAPA LAKI-LAKI HARUS SHALAT BERJAMAAH DI MESJID

10 ALASAN KENAPA LAKI-LAKI HARUS SHALAT BERJAMAAH DI MESJID

Memang ada ikhtilaf ulama apakah Wajib Ain bagi laki-laki hukumnya shalat berjamaah di masjid atau hukumnya sunnah saja. Akan tetapi pendapat terkuat hukumnya wajib. Dengan beberapa alasan berikut:

1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,“makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”

2. Saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran

Allah Ta’ala berfirman, “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)
Ibnu Mundzir rahimahullah berkata, “pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,“Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“

3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” (HR.Muslim)

Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata, “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”(HR.Abu Daud)

4.wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

Sabda Rasulullah saw, “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (HR.Abu Daud dan Ibnu Majah)

5.Rasulullah saw memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”( HR.Bukhari)

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,“keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”

6. Tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”(HR.Muslim)

7. Shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak

Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak

Rasulullah SAW bersabda,“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”(HR.Bukhari)

diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.”
(HR.Muslim)

Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.

8. Keutamaan shalat berjamaah yang banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”

9. Tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh setan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR.Abu Daud)

10. Amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”(HR.Abu Daud)

Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,“Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.”

Sumber: muslimafiyah.com

JAHANAM SETELAH 300KM

JAHANNAM SETELAH 300 KM

Aku kenal seorang pemuda yang dulu termasuk orang yang lalai dari mengingat Allah. Dulu dia bersama dengan teman-teman yang buruk sepanjang masa mudanya. Pemuda itu meriwayatkan kisahnya sendiri:

Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, aku dulu keluar dari Riyadh bersama teman-temanku menuju kota Dammam, dan tidak ada satu pun niat dalam diriku untuk melakukan satu ketaatan untuk Allah, apakah untuk shalat atau yang lain.

Ketika kami melewati papan penunjuk jalan, teman-teman membacanya “Dammam, 300 Km”, aku katakan kepada mereka aku melihat papan itu bertuliskan “Jahannam, 300 Km”. Aku bersumpah kepada mereka atas hal itu, akan tetapi mereka tidak percaya, mereka pun menertawakan ucapanku.

Berlalulah waktu dalam canda tawa, sementara aku bingung dengan papan yang kubaca tadi. Selang beberapa waktu, kami mendapatkan papan penunjuk jalan lain, mereka berkata “Dammam, 200 Km”, kukatakan “Jahannam, 200 Km”. Merekapun menertawakan aku dan menyebutku gila. Kukatakan: “Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, sesungguhnya aku melihatnya bertuliskan 'Jahannam, 200 Km'.” Mereka pun menertawakanku kembali dan berkata: “Diamlah, kamu membuat kami takut.” Akupun diam diliputi rasa keheranan memikirkan perkara aneh ini.

Kemudian kami bertemu dengan papan penujuk jalan yang ketiga. Mereka berkata: “Tinggal sedikit lagi 'Dammam, 100 Km'.” Kukatakan: “Demi Allah yang Maha Agung, aku melihatnya 'Jahannam, 100 Km'.” Mereka berkata: “Tinggalkanlah kedustaan, engkau telah menyakiti kami sejak awal perjalanan kita.” Kukatakan: “Turunkan aku, aku ingin kembali.” Mereka berkata: “Apakah engkau sudah gila?” Kukatakan: “Turunkan aku, demi Allah, aku tidak akan menyelesaikan perjalanan ini bersama kalian.” Mereka pun menurunkanku, aku pun berjalan ke arah lain. Dalam jalan kaki, aku memberikan isyarat kepada mobil-mobil untuk berhenti, tetapi tidak ada yang berhenti untukku. Hingga beberapa saat, berhentilah mobil dengan sopirnya yang sudah tua, aku pun menumpang dalam mobilnya. Ia tampak diam, sedih, dan tidak berkata-kata satu kalimat pun sepanjang perjalanan.

Kubertanya: “Ada apa dengan Anda, kenapa tidak berbicara?” Dia menjawab: “Sesungguhnya aku sangat terkesima dengan sebuah kecelakaan maut yang kulihat beberapa saat lalu, demi Allah aku belum pernah melihat yang lebih buruk darinya selama kehidupanku.” Kubertanya: “Apakah mereka itu satu keluarga atau tidak?” Ia menjawab: “Mereka sekumpulan anak-anak muda, tidak ada seorangpun dari mereka yang selamat.” Dia menceritakan ciri-ciri mobilnya, akupun mengenalnya, mereka adalah teman-temanku tadi. Aku meminta ia bersumpah atas apa yang telah dia ceritakan, maka ia pun bersumpah dengan nama Allah.

Ternyata Allah telah mencabut roh teman-temanku setelah aku turun dari mobil mereka tadi. Dia telah menjadikan mereka sebagai pelajaran bagi diriku. Aku pun memuji Allah yang telah menyelamatkanku di antara mereka.”

---

Pemilik kisah ini menjadi seorang laki-laki yang baik. Padanya terdapat tanda-tanda  kebaikan. Setelah ia kehilangan teman-temannya, ia bertaubat dengan taubat nashuha.”

Wahai saudaraku, apakah engkau akan menunggu kehilangan empat atau lima temanmu seperti perjalanan itu agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya? Tahukah kamu, bahwa terkadang bukan engkau yang bertaubat karena sebab kematian teman-temanmu, melainkan engkaulah yang menjadi sebab pertaubatan teman-temanmu karena kematianmu di atas maksiat dan kerusakan…  Na’udzu billah.

Ya Allah, jangan jadikan kami sebagai pelajaran buruk bagi manusia, tetapi jadikanlah kami sebagai orang yang mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada mereka, dan dari apa saja yang terjadi di sekitar kami. Allahumma Amin.

👤  Syaikh Abu Khalid al-Jadawy
🌐 Mutiara Risalah Islam

Jumat, 11 Maret 2016

CERITA UNTUK ANAK ANAK KITA TERCINTA

M u t i a r a  J u m a t
-----------------------
Cerita untuk anak2 kita tercinta..

Jika cinta  sudah melekàt, hati ingin menjadi dekat, cintaku padamu tak sebanding emas 24 karat.

Cintaku jauh lebih dahsyat, karena jiwa telah terpikat, tak rela berpisah meski sesaàt.

Meski harus ke alam akhirat, kubawa cintaku bersama maut sekarat, menembus ujian berat, setia menanti sampai kiamat.

Untaian kalimat ini bisa mewakili  (Alm)  ALVI SYAHRI 18 th. yg mengikat janji setia sampai mati. Bukan cinta biasa, cintanya bukan pada gadis nan cantik, bukan pada artis idola namun cintanya itu kepada al- Qur'an yg mulia. Dia sdh hafal 30 juz sebagai bukti cintanya.

Malam itu Sabtu 28 Agt 2010 dengan temannya (Alm) Yuliansyah - hafal 20 juz dan (Alm) Toyib - hafal 10 juz memenuhi undangan khatam al qur'an. Mereka menaiki getek / prahu kecil menuju sebuah mushala tempat acara itu bersama 18 santri lainnya.

Selesai acara para santri kembali dengan menaiki getek menyeberang sungai musi. Ketika hampir sampai sebrang -+ 20 m lagi banyak santri yg hendak mengambil sandal yg tadi di taruh di bagian depan getek, menyebabkn getek tidak seimbang berat ke depan & terbalik, suasana jadi panik, yg pandai berenang berhasil selamat. Namun na'as Alvi, Yuliansyah dan Toyib tidak pandai berenang.

Pencarian melibatkan instansi dari Polisi air, Dishub, pihak kelurahan dan kecamatan belum berhasil menemukannya, sampai 3 hari pencarian terus dilakukan. Yuliansyah & Toyib akhirnya ditemukan di sungai yg berbeda pada jam 7 pagi. Dan Alvi ditemukan di tempat brbeda. Evakuasi sempat membuat kaget masyarakat dan keluarga karena Alvi ditemukan dalam posisi mendekap al- Qur'an di dadanya. Al Qur'an itu sulit untuk dilepaskan, sampai datang ibunda Alvi yg berujar:

"Ibu ikhlas nak...ibu ridho...sampaikan salam ibu kepada baginda Rosulullah, semoga ibu kelak bertemu dengan baginda di surga. Sekarang lepaskan mushaf ini agar kami mudah mengurusmu..." selesai bicara kepada jenazah Alvi, .....ibunya bisa melepas mushaf al Qur'an tsb.

Ketiga jenazah sama sekali tidak rusak, tidak bengkak dan tidak berbau busuk. Seperti orang yg baru selesai mandi, wajahnya bersih dan tersungging
senyum.

Yg paling menakjubkan adalah dari jenazah Alvi tercium aroma wangi.. Subhanallah.....

Demikian cinta Alvi kepada al Qur'an sampai di bawa mati. Cinta yg akan memberikan ibunya sebuah istana di syurga, cinta yang akan mengantarnya pula sampai ke surga. InsyaAllah...

😭😭😭💕👍🙏

Mutiara inspirasi

M u t i a r a  J u m a t
-----------------------
Cerita untuk anak2 kita tercinta..

Jika cinta  sudah melekàt, hati ingin menjadi dekat, cintaku padamu tak sebanding emas 24 karat.

Cintaku jauh lebih dahsyat, karena jiwa telah terpikat, tak rela berpisah meski sesaàt.

Meski harus ke alam akhirat, kubawa cintaku bersama maut sekarat, menembus ujian berat, setia menanti sampai kiamat.

Untaian kalimat ini bisa mewakili  (Alm)  ALVI SYAHRI 18 th. yg mengikat janji setia sampai mati. Bukan cinta biasa, cintanya bukan pada gadis nan cantik, bukan pada artis idola namun cintanya itu kepada al- Qur'an yg mulia. Dia sdh hafal 30 juz sebagai bukti cintanya.

Malam itu Sabtu 28 Agt 2010 dengan temannya (Alm) Yuliansyah - hafal 20 juz dan (Alm) Toyib - hafal 10 juz memenuhi undangan khatam al qur'an. Mereka menaiki getek / prahu kecil menuju sebuah mushala tempat acara itu bersama 18 santri lainnya.

Selesai acara para santri kembali dengan menaiki getek menyeberang sungai musi. Ketika hampir sampai sebrang -+ 20 m lagi banyak santri yg hendak mengambil sandal yg tadi di taruh di bagian depan getek, menyebabkn getek tidak seimbang berat ke depan & terbalik, suasana jadi panik, yg pandai berenang berhasil selamat. Namun na'as Alvi, Yuliansyah dan Toyib tidak pandai berenang.

Pencarian melibatkan instansi dari Polisi air, Dishub, pihak kelurahan dan kecamatan belum berhasil menemukannya, sampai 3 hari pencarian terus dilakukan. Yuliansyah & Toyib akhirnya ditemukan di sungai yg berbeda pada jam 7 pagi. Dan Alvi ditemukan di tempat brbeda. Evakuasi sempat membuat kaget masyarakat dan keluarga karena Alvi ditemukan dalam posisi mendekap al- Qur'an di dadanya. Al Qur'an itu sulit untuk dilepaskan, sampai datang ibunda Alvi yg berujar:

"Ibu ikhlas nak...ibu ridho...sampaikan salam ibu kepada baginda Rosulullah, semoga ibu kelak bertemu dengan baginda di surga. Sekarang lepaskan mushaf ini agar kami mudah mengurusmu..." selesai bicara kepada jenazah Alvi, .....ibunya bisa melepas mushaf al Qur'an tsb.

Ketiga jenazah sama sekali tidak rusak, tidak bengkak dan tidak berbau busuk. Seperti orang yg baru selesai mandi, wajahnya bersih dan tersungging
senyum.

Yg paling menakjubkan adalah dari jenazah Alvi tercium aroma wangi.. Subhanallah.....

Demikian cinta Alvi kepada al Qur'an sampai di bawa mati. Cinta yg akan memberikan ibunya sebuah istana di syurga, cinta yang akan mengantarnya pula sampai ke surga. InsyaAllah...

😭😭😭💕👍🙏🙏🙏

Kamis, 10 Maret 2016

JAGA MASA MUDAMU

IBROH

JAGA MASA MUDAMU

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengatakan:

"Siapa yang dimasa mudanya membiasakan anggota tubuhnya melakukan amal sholeh, maka Allah akan menjaganya agar tetap kuat hingga masa tuanya."

Catatan:

Al-Hafidz Ibnu Rajab -rahimahullah- mengatakan,
"Sebagain salaf ada yang hidup hingga melewati usia  100 tahun. Namun dia masih menikmati kekuatan fisiknya dan ketajaman berfikir.

Suatu ketika salah seorang dari mereka melakukan lompatan yang tinggi. Orang-orang yang melihatnyapun merasa keheranan.
Kok bisa..?

Dia menjawab,
"Sewaktu kecil, kami menjaga organ tubuh kami dari kemaksiatan, maka Allah menjaganya hingga kami memasuki masa tua.

Hal senada juga dikisahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Katsir di dalam Al-Bidayah Wa An-Nihayah tentang Abu Thayyib At-Thabary, salah seorang ahli fiqih dari kalangan Syafiiyah.

Suatu ketika Abu Thoyyib menaiki sebuah kapal, hingga ketika mendekati dermaga, ia melompat dengan lompatan yang tidak dimampui  anak muda. Orang-orang yang melihatnya merasa takjub,
"Apa ini wahai Abu Thoyyib..?"

Abu Thoyyib menjawab,
"Organ tubuh ini kami jaga sewaktu  muda, sehingga kami dapat manfaatnya dimasa tua"

Semoga Allah menjaga masa muda kita dalam ketaatan kepada-Nya.

Amiin

_____________
Madinah 11-05-1437 H
ACT El-Gharantaly

SIMPLE.SEDEKAH

Bismillah… SIMPLE SEDEKAH
✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu.Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya
✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana
✔ Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim
✔ Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar bisa diberikan kepada para pekerja
✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan
✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat, belilah ½-1 doos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya
✔ Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian petugasnya
mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang itu
untuknya sebagai sedekah
✔ Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada setiap huruf yang mereka baca
✔ Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim, khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan
✔ Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah
✔ Jangan biarkan anda tertidur, melainkan telah memaafkan setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu
✔ Kirimkan pesan ini ke semua kontakmu, siapa tahu ada orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan mendapatkan pahala.

Semoga kita semua mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, yang masih "single" pengen menikah, segera menikah. yang sakit diberi kesembuhan, yang punya hutang segera terlunasi, yang pengen punya Rumah, segera punya rumah. serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin
(“Jika kita telah mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini, jangan lupa membagikannya kepada orang lain agar orang lain merasakan juga keajaiban dalam hidup mereka”)

NASEHAT BIJAKSANA BOB SADINO (1933-2015) :

NASEHAT BIJAKSANA BOB SADINO (1933-2015) :

1. Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan yang hakiki.

2. Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.

3. Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

4. Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.

5. Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.

6. Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.

7. Kosmetika bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan sejati.

8. Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

9. Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.

10. Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”. Itulah kehidupan.

11. Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu! Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, “Ini saatnya pulang!”—memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan, serta sombongkan.

Terimakasih GURU 🙏

SURI TAULADAN RASULULLAH

🍀RENUNGAN RABU PAGI🍀
🌎🌒🌓🌗🌘🌏

🍁SURI TELADAN RASULULLAH🍁

🌹- Bila aku tak suka rasa makananku, aku teringat pada beliau Muhammad, yang pernah mengikatkan batu pada perutnya untuk menahan lapar.

-🌹 Bila aku merasa pakaianku hanya sedikit, aku teringat pada beliau Muhammad. yg hanya punya tiga helai baju seumur hidupnya

🌹- Bila aku merasa tidak nyaman dengan tempat tidurku, aku teringat pada beliau Muhammad, yg tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya .

🌹- Bila aku menjadi begitu kikir untuk memberi orang lain, aku teringat pada beliau Muhammad, yg pernah memberi segala yg ia miliki hingga tidak menyisakan sesuatu untuk diri sendiri

-🌹 Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada beliau Muhammad, yg begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia memacu semangatku.

-🌹 Bila aku kecewa pada mereka yg banyak menyakitiku, aku teringat pada beliau Muhammad, yg sentiasa memaafkan semua orang yg telah menyakitinya .

- 🌹Bila aku berfikir tentang mereka yg membenciku, aku teringat pada beliau Muhammad , yg sentiasa berdoa untuk orang2 yg telah menghina dan membencinya.

-🌹 Bila orang lain tidak berterima kasih pada kebaikan yg telah aku lakukan pada mereka, aku teringat pada beliau Muhammad , yg mengingatkan aku bahwa pahala dan balasan yg besar hanya dari Allah semata .

🌹- Bila aku mengingat bahwa tidak ada yg menyayangiku, aku teringat pada beliau Muhammad, yg mencintai dan menyayangiku sebagai umatnya .

🌹- Bila aku berfikir betapa sengsaranya hidupku, aku teringat pada Beliau Muhammad  ,, yang menempuh segala kepayahan hidup, demi nikmat Iman dan Islam bagi ummatnya.
.
Hal ini bagaikan tenaga positif yg menguatkanku untuk tidak putus asa melakukan kebaikan.
.
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"
(QS. Al-Ahzab : ayat 21)

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNYA....

Wasalam Saudara - Saudaraku Rahimakumullah...🍀💖🌺....

KOSAH NYATA DI SEBUAH RUMAH SAKIT TENNESEE, USA

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA .

Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.

Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi!

Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.

Mami, … aku kepengen nyanyi!

Ini berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis.
Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!

Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu.
Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!

Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!
Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU.
Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut.

Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring
“… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …”

Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away.
Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya …

The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur …

I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same …
Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati.
Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan.

Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan .

💏🌷💖💕💕

Mungkin sebaiknya kita tau

*Mungkin sebaiknya kita tahu

(I)
Hanya teman terbaik yang berani bicara jelek tentang kita di hadapan kita, yang bisa berbeda pendapat, bilang salah jika itu memang salah.

Jika dia hanya bicara manis selalu, setiap saat bilang iya, itu tidak selalu berarti kabar baik.
Boleh jadi di belakang kita, dia bicara buruk.

(II)
Hanya teman terbaik yang akan ada di sekitar kita, bahkan dalam situasi terb...uruk sekalipun.

Rajin bertanya di saat susah, datang menemui saat kita sakit, dan situasi lainnya.

Sementara teman palsu, dia bahkan mulai lupa saat kita tidak lagi kaya, populer, dsbgnya.

(III)
Tiga, hanya teman terbaik yang menolak memanfaatkan temannya.

Dia tidak ingin ikut kaya, populer, mendapatkan pekerjaan karena temannya.

Pertemanan baginya bukan kesempatan, melainkan respek, saling menghargai.

Sebaliknya, teman KW, alias abal-abal, dia tidak tahu malu, memanfaatkan setiap sisi yang ada.

(IV)
Terakhir, jika kita ingin punya teman terbaik, maka mulailah menjadi orang yang baik.

Semakin baik kualitas seseorang, maka semakin baik pula teman yang dimilikinya.

Jangan bertanya apakah orang lain bisa menjadi teman terbaik, tapi bertanyalah, apakah kita bisa menjadi teman terbaik tersebut.

*Tere Liye

RENUNGAN KISAH NYATA

Copas dari ‎Sebelah :‎
Ary Ginanjar Agustian

Renungan Kisah Nyata

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ.

Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.

Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih.

Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya.

Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya.. koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.

Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.

Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.

Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2.. ada yg menyanyi.. menari.. membaca puisi.. pantomim.. ada pula yg pamerkan lukisannya.. dll..   Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya.. pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu…

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.. dan pak Arief-pun dipanggil ke panggung…

“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief..

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..”

lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan).. dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu… termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…

”Stop.. kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..  sekarang coba kamu baca ayat 9..”  begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar…. lalu Umarpun membaca ayat 9…

”Stop, coba sekarang baca ayat 21.. lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya.

lalu kata pak Arief: “Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..  Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...

“Subhanallah… kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya… para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya…

Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru… waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : 
”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia.

Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru.. saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak.. sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…

Di tengah suasana hening tsb.. tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar.. yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak.. bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya..

”Ampuun nak..  maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu.. tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama.. apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…. ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil menangis ter-sedu2

Subhanallah... Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh… semua jama’ahpun terpana.. dan juga mulai meneteskan airmatanya.. termasuk saya.. diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya... luar biasa haru...

Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu.. mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya.. mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya..

mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji.. atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.. dan semua.. dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat.. dan lebih sibuk dengan urusan dunia.. padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”... Astagfirullahal ghofururrohim.. hamba mohon ampunan kepada Allah.. Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… 

Wallahu ‘alam bissawab..

Semoga bermanfaat.. khususnya buat saya[truncated by WhatsApp]