Rabu, 30 September 2015

Menang & kalah, mana yang lebih penting ?

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?

"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"

Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"

Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius  berkata
kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.

Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."

Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"

Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".

Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."

Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu."

Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita:

Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.

Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.

Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga

Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.

13 cara mengajarkan anak menghormati orang tua

13 Cara Mengajarkan Anak Menghormati Orang Tua,

Karena Memiliki Anak yang Menghormati Orang Lebih tua adalah dambaan Setiap orang tua

1 Perlakukan dan hormati anak seperti anda menghormati orang dewasa

Tidak jarang orang tua yang luput dari menghormati anak-anaknya, namun mereka malah mengharuskan anak-anaknya menghormati orang yang lebih tua. Ingat, anak juga manusia yang mempunyai perasaan dan dapat mencontoh apa yang sering ia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar ia tidak luput dari rasa menghormati siapapun menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

2 Berikan contoh yang baik dan perlakukan anak-anak sebagaimana Anda ingin diperlakukan

Anak adalah peniru ulung atau ‘Great Imitator’, pada umumnya anak akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya. Saat Anda memperlakukan anak dan pasangan Anda dengan rasa hormat, anak Anda akan tumbuh dan percaya bahwa rasa hormat itu cara yang baik untuk memperlakukan orang lain. Jika anak Anda lebih condong berteriak kepada Anda dan orang lain, perhatikan cara Anda bersikap. Kalau Anda sering mengamuk dan berteriak jika ada hal yang tidak sesuai dengan kemauan Anda, anak Anda akan melakukan hal yang sama.

3 Bersikap tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan dan berikan ia alasan

Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak, apalagi harus dengan kekerasan. Tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan. Jika Anda melarang atau meminta anak melakukan sesuatu beri ia alasan yang benar serta beri ia ketegasan.

4 Bersikaplah terus terang kepada anak, berikan penjelasan mengenai sesuatu

Katakan pada anak Anda sesuatu yang semestinya mereka ketahui, beri ia penjelasan mengenai sesuatu. Jika anak menanyakan satu hal dan Anda tidak mengetahui jawabannya, ada baiknya Anda mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak anak mencari tahu jawabannya bersama-sama. Sikap ini akan lebih dihargai anak ketimbang Anda pura-pura tahu.

5 Jadilah orangtua yang konsisten baik dalam bersikap maupun dalam berkata-kata

Apabila orangtua menetapkan aturan A kepada anak maka sedapat mungkin orangtua harus tetap konsisten dengan peraturan tersebut, yaitu A. Misalnya, ketika orangtua menekankan kepada anak supaya tidak pernah mengambil barang milik orang lain sebelum meminta izin dari pemiliknya, maka janganlah sekali-kali membiarkan atau bahkan menyuruh anak memakan makanan di toko yang belum dibayar.

6 Berikat Pujian jika ia bersikap hormat

Mengapa anak Anda bersikap terhormat, pujilah anak Anda. Jika anak Anda bersikap kurang ajar, hentikan dia dan bicarakan tentang kekurang ajaran anak Anda. Saat Anda membiarkan anak Anda kurang ajar terhadap orang lain, Anda mengajarkan anak Anda bahwa Anda sendiri mengacuhkan tindakan tersebut.

7 Janganlah berdusta kepada anak atau memperdayainya

Sebab, tindakan orangtua seperti itu dapat mendorong anak untuk tidak menghargai orangtua beserta aturannya.

8 Berani meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan terhadap anak

Jangan takut meminta maaf atas kesalahan yang Anda lakukan, karena dengan demikian, anak akan menghargai sikap Anda serta mencontoh perilaku ini jika ia melakukan kesalahan.

9  Jangan takut mengungkapkan kasih sayang

Anak yang tumbuh dengan ekspresi kasih sayang orangtua akan memiliki sikap yang ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Hormatilah gagasannya akan sesuatu, seperti kritis dengan lingkungan sekitar, dan sikapnya dalam menghormati sesama.

10 Hormati hak anak, anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain

Anak berhak mendapatkan uang jajan maka berikanlah, berikan juga kebebasan untuk berbicara dan berekspresi, tentu kebebasannya jangan sampai keluar dari koridor yang diharapkan. Dengan cara seperti ini anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain.

11 Ceritakan kisah-kisah keteladanan

Menceritaka kisah teladan adalah cara yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan baik kepada anak. Conto kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, shalagush sholih dll

12 selalu dekatkan anak dengan Al Qur'an

Al Qur'an adalah obat hati dan dzohir, siapa yang dekat dengan Al Qur'an pasti hatinya selalu tenang yang memunculkan akhlaqul karimah anak pada anak.

13 Ajak anak melaksanakan sholat

Sholat adalah tiang agama dan menjauhkan dari sifat-sifat buruk. Dengan sholat anak dilatih akan kedisiplinan serta ketenraman hati. yang akan memberikan motivasi berbuat baik pada anak.

Silahkan di share, semoga bermanfaat..
🏫🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏠🏡🏢

Rum🏡h Qur'an Kita

Arti dunia adalah surga bagi org muslim dan neraka bagi orang kafir..

Kisah yang bagus yang patut direnungkan. Kisah ini menceritakan mengenai hadits “dunia itu penjara bagi orang mukmin”.
Telah terjadi perbincangan antara Ibnu Hajar dan seorang Yahudi. Orang Yahudi tersebut begitu terkesan dengan perkataan Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadits “dunia itu penjara bagi orang mukmin” sehingga ia pun masuk Islam.
Dalam Faid Al-Qadir (3: 730) karya Al-Munawi disebutkan kisah Ibnu Hajar berikut ini:
ذكروا أن الحافظ ابن حجر لما كان قاضي القضاة مر يوما بالسوق في موكب عظيم وهيئة جميلة فهجم عليه يهودي يبيع الزيت الحار وأثوابه ملطخة بالزيت وهو في غاية الرثاثة والشناعة فقبض على لجام بغلته وقال : يا شيخ الإسلام تزعم أن نبيكم قال الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر فأي سجن أنت فيه وأي جنة أنا فيها فقال : أنا بالنسبة لما أعد الله لي في الآخرة من النعيم كأني الآن في السجن وأنت بالنسبة لما أعد لك في الآخرة من العذاب الأليم كأنك في جنة فأسلم اليهودي
“Diceritakan bahwa Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika ia menjadi seorang qadhi (hakim) terkemuka, suatu hari ia pernah melewati sebuah pasar yang penuh keramaian. Ibnu Hajar datang dengan pakaian yang begitu menawan (pakaian mewah). Kemudian orang Yahudi menyergapnya. Orang Yahudi tersebut sedang menjual minyak panas, tentu saja pakaiannya penuh dengan kotoran minyak. Tampilan Yahudi tersebut usang dan penuh keprihatinan.
Sambil memegang kekang kuda (yang biasa dipasang pada mulut kuda, pen.), Yahudi tersebut berkata pada Ibnu Hajar, “Wahai Syaikhul Islam (Ibnu Hajar, pen.), engkau menyatakan bahwa Nabi kalian (Nabi umat Islam) bersabda, “Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafir (dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang orang kafir.” Bagaimana keadaanmu saat ini bisa disebut penjara, lalu keadaanku di dunia seperti ini disebut surga?”
Ibnu Hajar memberikan jawaban, “Aku dilihat dari berbagai nikmat yang Allah janjikan untukku di akhirat, seakan-akan aku sedang di penjara. Sedangkan engkau (wahai Yahudi) dilihat dari balasan siksa yang pedih yang Allah berikan untukmu di akhirat, seakan-akan engkau berada di surga.”
Akhirnya, orang Yahudi tersebut pun masuk Islam.
Demikian kisah Ibnu Hajar.
Dari kisah tersebut, kita bisa pahami bahwa dunia itu bagi orang beriman di dunia adalah penjara. Maksudnya, ia dipenjara dan dikekang karena kenikmatan sejati baru diperoleh olehnya di akhirat. Sedangkan orang kafir dalam keadaan miskin apa pun, ketika di dunia masih mendapatkan nikmat. Di akhirat, yang ada baginya adalah siksa. Sehingga pantas disebut baginya di dunia adalah surga.
Jadikan, dunia ini tempat kita beramal untuk memperoleh nikmat di akhirat. Semoga …
Ingatlah perkataan ‘Ali bin Abi Thalib,
وَإِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَالآخِرَةُ قَدْ قُرِّبَتْ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٌ مِنْهُمَا بَنُوْنَ فَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ وَلاَ تَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ اليَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلٌ
“Sesungguhnya dunia akan ditinggalkan di belakang. Sedangan akhirat begitu dekat dijumpai di depan. Dunia dan akhirat masing-masing memiliki budak. Jadilah budak akhirat, janganlah menjadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari untuk beramal, tidak ada hisab (perhitungan). Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari hisab (perhitungan), tidak ada lagi amalan.” (Disebutkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhud, Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Qashr Al-Aml, Al-Baihaqi dalam Az-Zuhud, Ibnu Rajab dalam Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 378)
Wallahu waliyyut taufiq.

Referensi:

Faid Al-Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir. Al-Munawi. Asy-Syamilah (halaman sesuai cetakan).
Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam. Cetakan kesepuluh, tahun 1432 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.

Selasa, 29 September 2015

Jad, yahudi yg mengislamkan berjuta orang..

Copas dari sebelah...ALLAHU AKBAR ... Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... DI SUATU tempat di Perancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim. Ia adalah orangtua yang menjual makanan di sebuah toko makanan.

Toko tersebut terletak di sebuah apartemen di mana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama "Jad" berumur 7 tahun.

Jad, si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat di mana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah. Setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya.

Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.

"Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu", ujar Ibrahim sebagai tanda persetujuan.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang seorang Muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi

Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara acak.

Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.

Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.

14 Tahun Berlalu ...

Jad kini telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.

Alkisah, Ibrahim akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya di mana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi.

Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika putranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak. Jad pun merasa tergoncang dan sangat bersedih dengan berita tersebut, karena Ibrahim-lah yang selama ini memberikan solusi dari semua permasalahannya­, dan Ibrahim lah satu-satunya teman sejati baginya.

Hari-haripun berlalu, Setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.

Jad lalu mencoba membuka lembaran-lembar­an buku itu, akan tetapi kitab itu berisikan tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak bisa membacanya.

Kemudian ia pergi ke salah seorang temannya yang berkebangsaan Tunisia dan memintanya untuk membacakan dua lembar dari kitab tersebut. Persis sebagaimana kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan acak saat ia datang berkonsultasi.

Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari dua lembar yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu.

Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang tengah menimpanya, Kemudian teman Tunisianya itu memberikan solusi kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut.

Jad pun terhenyak kaget, kemudian dengan penuh rasa penasaran ini bertanya, "Buku apa ini?"

Ia menjawab, "Ini adalah Al-Qur'an, kitab sucinya orang Islam!"

Jad sedikit tak percaya, sekaligus merasa takjub,

Jad lalu kembali bertanya, "Bagaimana caranya menjadi seorang muslim?"

Temannya menjawab, "Mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat!"

Setelah itu, dan tanpa ada rasa ragu, Jad lalu mengucapkan Syahadat, ia pun kini memeluk agama Islam!

Islamkan 6 juta orang ...

Kini Jad sudah menjadi seorang Muslim, kemudian ia mengganti namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani sebagai rasa takdzim atas kitab Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh problema hidupnya selama ini. Dan sejak saat itulah ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi menyebarkan ajaran Al-Qur'an.

Mulailah Jadullah mempelajari Al-Qur'an serta memahami isinya, dilanjutkan dengan berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.

Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembar­an Al-Qur'an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :

((اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ­ الْحَسَنَةِ...!­!))

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!..." [QS. An-Nahl; 125]

Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya­.

Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang di antaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zulu, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.

Akhir Hayat Jadullah ...

Jadullah Al-Qur'ani, seorang Muslim sejati, da'i hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Jadullah wafat pada tahun 2003 yang sebelumnya sempat sakit Beliau wafat dalam masa-masa berdakwah.

Kisah pun belum selesai ...

Ibu Jadullah Al-Qur'ani adalah seorang wanita Yahudi yang fanatik, ia adalah wanita berpendidikan dan dosen di salah satu perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam pada tahun 2005, dua tahun sepeninggal Jadullah yaitu saat berumur 70 tahun.

Sang ibu bercerita bahwa –saat putranya masih hidup– ia menghabiskan waktu selama 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan putranya agar kembali menjadi Yahudi dengan berbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kemapanan ilmu dan kemampuannya, akan tetapi ia tidak dapat mempengaruhi putranya untuk kembali menjadi Yahudi.

Sedangkan Ibrahim, seorang Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain karena Islamlah satu-satunya agama yang benar.

Yang menjadi pertanyaannya, "Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?"

Jadullah Al-Qur'ani bercerita bahwa Ibrahim yang ia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya dengan kata-kata: "Hai orang kafir!" atau "Hai Yahudi!" bahkan Ibrahim tidak pernah untuk sekedar berucap: "Masuklah agama Islam!"

Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tidak pernah sekalipun mengajarinya tentang agama, tentang Islam ataupun tentang Yahudi. Seorang tua Muslim sederhana itu tak pernah mengajaknya diskusi masalah agama. Akan tetapi ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Qur'an.

Kemudian dari kesaksian Dr. Shafwat Hijazi (salah seorang dai kondang Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas problematika Darfur serta solusi penanganan dari kristenisasi, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zolo.

Saat ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur'ani?, ia menjawab; tidak! namun ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani.

Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani. Dan Jadullah Al-Qur'ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berkebangsaan Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci.

Begitulah hikayat tentang Jadullah Al-Qur'ani, kisah ini merupakan kisah nyata yang penulis dapatkan kemudian penulis terjemahkan dari catatan Almarhum Syeikh Imad Iffat yang dijuluki sebagai "Syaikh Kaum Revolusioner Mesir".

Beliau adalah seorang ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak syahid dalam sebuah insiden di Kairo pada hari Jumat, 16 Desember 2011 silam.

Kisah nyata ini layak untuk kita renungi bersama di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat banyak orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qur'ani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, mengklaim sesat, menyatakan bid'ah, melaknat, memfitnah, padahal mereka adalah sesama muslim.

Dulu da'i-da'i kita telah berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid dan mengislamkan orang-orang kafir, namun kenapa sekarang orang yang sudah Islam malah justru dikafir-kafirka­n dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja?

Sedangkan masalah batin biarkan Allah yang menghukumi nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan untuk membelah dada setiap manusia agar mengetahui kadar iman yang dimiliki setiap orang.

Mari kita renungi kembali surat Thaha ayat 44 yaitu Perintah Allah swt. kepada Nabi Musa dan Harun –'alaihimassala­m– saat mereka akan pergi mendakwahi fir'aun. Allah berfirman,

"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut."

Bayangkan, Fir'aun, namun saat dakwah dengan orang seperti ia pun harus tetap dengan kata-kata yang lemah lembut, tanpa menyebut dia Kafir Laknatullah! Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Atau adakah orang yang saat ini lebih kafir dari Fir'aun, di mana Al-Qur'an pun merekam kekafirannya hingga kini?

Lantas alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dahwah dengan metode Al-Qur'an? Yaitu dengan Hikmah, Nasehat yang baik, dan Diskusi menggunakan argumen yang kuat namun tetap sopan dan santun?

Maka dalam dakwah yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita agar mudah menyampaikan kebenaran Islam ini.

Oleh karenanya, jika sekarang kita dapati ada orang yang kafir, bisa jadi di akhir hayatnya Allah akan memberi hidayah kepadanya sehingga ia masuk Islam.

Bukankah Umar bin Khattab dulu juga pernah memusuhi Rasulullah? Namun Allah berkehendak lain, sehingga Umar pun mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam. Lalu jika sekarang ada orang muslim, bisa jadi di akhir hayatnya Allah mencabut hidayah darinya sehingga ia mati dalam keadaan kafir. Na'udzubillah tsumma Na'udzubillahi min Dzalik.

Karena sesungguhnya dosa pertama yang dilakukan iblis adalah sombong dan angkuh serta merasa diri sendiri paling suci sehingga tak mau menerima kebenaran Allah dengan sujud hormat kepada nabi Adam –'alaihissalam–­.

Oleh karena itu, bisa jadi Allah mencabut hidayah dari seorang muslim yang tinggi hati lalu memberikannya kepada seorang kafir yang rendah hati. Segalanya tiada yang mustahil bagi Allah!

Marilah kita pertahankan akidah Islam yang telah kita peluk ini, dan jangan pernah mencibir ataupun "menggerogoti" akidah orang lain yang juga telah memeluk Islam serta bertauhid.

Kita adalah saudara seiman seagama. Saling mengingatkan adalah baik, saling melindungi akidah sesama muslim adalah baik. Marilah kita senantiasa berjuang bahu-membahu demi perkara yang baik-baik saja. Wallahu Ta'ala A'la Wa A'lam Bis-Shawab.*

- Penulis: Mustamid, seorang mahasiswa Program Licence Universitas Al-Azhar Kairo Konsentrasi Hukum Islam

Minggu, 27 September 2015

Sehelai rambut yg lebih berharga dari jubah para ulama

🌺KAPANKAH SEHELAI RAMBUT BISA LEBIH BERHARGA DARI JUBAH ULAMA?🌺

💖 Suatu hari Imam bin Hanbal dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu.

🌼“Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada.

🌸Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.”

Imam Ahmad menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan.

🌻Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.

🌸“Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.

🌼Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual?

🌺Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu?
Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat.”

🌹Imam Ahmad terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi.
Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa.

🌸Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”

🌷Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”

🌷Imam Ahmad makin terkejut. Almarhum Basyar Al-Hafi adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yg tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin.

🌼Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad berkata,
“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, ibu. Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.

🌼Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”

🌹Kemudian Imam Ahmad melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”

💐wahai para wanita, gerakan anti korupsi sebetulnya bisa dimulai dari gerakan sikap wara (hati hati) dari para wanita.karena dari rahim kalianlah lahir para pemimpin, dari oleh terampil tangan tangan kalianlah tercipta makanan yang bukan hanya sehat ,dan thoyib tetapi juga halal, baik halal secara zati atau halal secara maknawinya.
be carefull women.....:) and be a super mother.....!!!

Allah mengabulkan dengan beragam cara

KISAH NYATA : 

Oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu.
Dengan gaya khas beliau bercerita :

“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah. 
.  Tahajud oke,
.  Dzikir oke,
.  dan Wirit oke,
.  Sedekah pun oke juga...

Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'.
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.

Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN .
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.

Mandiri ITB pun gak lolos.
Si bapak bingung "kok Allah gak ngabulin impiannya sih?"
Dia kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.
Gak jadi tukang tambang tapi 'Jadi Supir Pribadi'...
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah...
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah.
Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa.
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien.
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus,
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.

Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'.
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.

Hati anak ini bergetar.
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya.
Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'.

Lucunya...
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.

Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss.
Heran kan?
Gak usah heran!
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter... Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
          'Kegagalan'
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.

Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang…

Alhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...
yang waktu itu lolos? Belum tentu.”

Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah

Bila orang jepang yang berhaji

"ORANG JEPANG NAIK HAJI"

“Subarashi..! Subarashi..!” atau “Luar Biasa.! Luar Bias.!”, itulah yang ber-ulangkali diucapkan oleh Omar-san, orang Jepang dalam kloter haji kami.

Kalimat itu diucapkannya saat melihat Ka’bah.
Bersama dengan Omar-san, ada 10 orang Jepang lain yang ikut haji tahun ini dari kloter haji embarkasi Jepang.

Bagi Omar-san, yang baru memeluk Islam 3 tahun lalu, ini adalah kali pertamanya naik haji. Ia begitu kagum dan terkesima dengan masif-nya jumlah jamaah haji dari berbagai penjuru dunia yang datang saat bersamaan dan melaku-kan ritual haji yang sama.

Ada satu kekuatan besar yang mampu membawa berjuta-juta orang secara sukarela datang ke tanah suci. Hal itulah yang membuatnya terpana di depan Ka’bah.

Berangkat haji bersama orang Jepang menarik. Bagaimana tidak, selama tinggal di Jepang, saya jarang melihat orang Jepang yang beragama Islam (ataupun beragama lainnya, Kristen atau Yahudi). Kebanyakan tidak memilih agama tertentu, mereka kebanyakan menganut ajaran Shinto yang lebih bersifat budaya ketimbang agama.

Sehari-hari, sebenarnya orang Jepang sudah berperilaku lebih dari orang beragama. Mereka sangat santun, sabar, bersih, tekun, disiplin, dan tertib dalam ber-masyarakat. Semua ajaran agama yang menganjur-kan kebaikan dan perilaku terpuji telah mereka terapkan tanpa harus memeluk suatu agama tertentu. Hal ini bisa di-lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Agama, datang ke dunia untuk memperbaiki akhlak, atau perilaku manusia. Sayapun bertanya pada Omar-san, apabila akhlak di masyarakat sudah baik, masih perlukah orang Jepang memeluk agama.
Menurutnya, Jepang memang sebuah masyarakat yang tertata baik dan aplikatif dari ajaran "agama-nya"..

Namun pada ujungnya, manusia tetap membutuh-kan tambatan hati. Sebuah oase tempat mengadu dalam keadaan sendiri, baik suka maupun duka. Sebuah tautan kala sedang dirundung beragam masalah dan tekanan dunia.

Tanpa agama, berbagai pelarian dicari oleh orang Jepang untuk mencari ketenangan hati. Jadi., menurut Omar san, orang Jepang masih memerlukan agama.

Hal itulah yang me-latarbelakangi Omar-san untuk memeluk agama. Ia mengatakan bahwa setelah beragama, ia menemukan ketenangan hati dan kedamaian jiwa. Meski demikian, banyak orang yang bertanya padanya, tidakkah sulit menjadi Islam di Jepang.

Permasalahan bagi orang Jepang dalam memeluk Islam bukan pada ideologi, namun pada urusan praktikalitas ritual.

Menjalankan ibadah sholat sebanyak 5 kali sehari, puasa sebulan, dan melaksanakan haji, adalah aktivitas yang sangat sulit dalam lingkungan orang Jepang.

Bangsa Jepang adalah pekerja keras. Bekerja di perusahaan Jepang misalnya, sulit mendapat dispensasi ijin sholat pada waktunya, apalagi cuti ibadah haji. Nyaris mustahil untuk dikabulkan. Belum lagi soal pilihan makanan halal yang amat jarang di Jepang.

Namun berbeda dengan barat yang memiliki prejudice tentang Islam, di Jepang pandangan masyarakat tentang Islam tidak seburuk di barat. Bagi orang Jepang, agama apa saja dipandang baik, karena ajaran setiap agama adalah mengarah pada kebaikan. Oleh karena itu, Islam lebih gampang diterima banyak orang Jepang.

Omar-san sendiri beruntung. Ia adalah Presiden Direktur (Sachoo) sebuah perusahaan konstruksi milik sendiri. Perusahaannya tergolong besar di daerah Kasugai, Aichi-Ken, di sekitar kota Nagoya. Jadi., ia bisa mengatur praktik ritual agama, termasuk saat ia memutuskan naik haji bersama istrinya, yang juga orang Jepang.

Selain Omar-san ada Saif Takehito, diplomat Jepang di Kedutaan Besar Jepang di Dubai. Jago bahasa Arab dan ahli membaca Al Qur’an (saya saja sampai minder mendengar ia membaca Qur’an).
Sementara yang lain-nya Muhammad Syarief seorang wirausaha tinggal di Tokyo.

Karakter dan kultur dari orang Jepang yang baik dan santun, tercermin saat menjalankan ibadah haji. Dalam kondisi apapun, mereka tetap diam dan sabar. Persis saat mereka menghadapi bencana alam Maret lalu.

Tekanan terbesar dari ibadah haji adalah soal kesabaran. Mulai dari kedatangan di Arab, prosesi ibadah, aktifitas sehari-hari, hingga kembali ke Jepang, ujian kesabaran silih berganti.

Banyak dari kita yang kadang lepas kontrol, lalu marah-marah dan malah beradu mulut dengan jamaah lain. Tapi saya melihat para jamaah haji dari Jepang memiliki kesabaran yang tinggi. Padahal mereka dihadapkan pada kondisi yang bertolak belakang dengan keadaan negaranya yang tertib dan teratur.

Suatu malam di Mina, terjadi kekacauan di maktab kami, saat kembali dari melempar jumrah, tenda kami dipindahkan pengelola. Akibatnya, barang-barang semua tercecer, bahkan ada yang kehilangan.
Beberapa jamaah haji dari negara lain ada yang marah-marah dan menyalahkan panitia karena tidak menjaga barangnya dan bahkan sampai ingin menuntut ganti rugi.

Masya Allah!
Mereka sampai harus ditenangkan oleh semua yang ada di tenda, “Sabar haji. Sabar.Istighfaar.This is Hajj...”. Baru-lah kemudian mereka me-ngucapkan istighfar dan meminta maaf karena menimbulkan kekacauan di tenda.

Sementara itu saya melihat Muhammad Syarief kehilangan sleeping bag-nya hanya celingak celinguk tapi diam saja tanpa protes dan mengeluh. Ia malah menggelar handuk dan tidur langsung di karpet dalam diam. Simpati jamaah di tenda kami-pun diarahkan pada dirinya. Kamipun meminjamkan-nya sleeping bag, memberinya obat dan makanan, serta menawarkan lokasi tidur yang nyaman. Semua jamaah simpati pada kesantunan orang Jepang ini.

Hal serupa saya juga perhatikan dari diri Saif Takehito. Suatu malam kita harus menunggu di Arafah hingga menjelang tengah malam. Saat itu ada kecelakaan bis sehingga semua jalan menuju Muzdalifah di-tutup. Akibatnya bis rombongan kita tertunda keberangkatannya ke Muzdalifah. Banyak jamaah di kelompok kami yang beradu mulut dan berdebat. Mereka merasa harus tiba di Muzdalifah sebelum tengah malam dan melakukan sholat dua rakaat, sesuai sunah Nabi. Pimpinan rombongan mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, sholat bisa dilaksanakan di Arafah. Tapi banyak jamaah yang tidak terima, perdebatanpun terjadi bahkan cenderung memanas.

Saif Takehito saya lihat hanya duduk saja di bawah pohon sambil berulangkali melafazkan nama-nama Allah (berdzikir).

Saat saya tanya bagaimana pendapatnya, Saif berkata yang terjadi di luar kehendak manusia, kita tak bisa berbuat apa. Semua kehendak Allah. Jadi janganlah kita saling berbantahan, kita harus bersabar dan ikuti perintah pimpinan kita.
Masya Allah, jadi malu oleh ucapan dari orang Jepang yang notabene baru memeluk Islam.

Meski orang Jepang dihadapkan pada suasana yang jauh berbeda dengan negerinya, mereka ternyata bisa memahami dan tetap sabar. Mereka tidak mengeluh dan menyalah-kan keadaan.
Hal tersebut memberi saya sebuah kesadaran, bahwa keber-agama-an bukan semata soal pengetahuan. Akhlak dan perilaku baik, terbentuk bukan saja dari pengetahuan, tapi lebih pada kebiasaan.

Orang Jepang sejak kecil sudah dibiasakan dan di-didik berbuat baik, sabar, dan memerhatikan kepentingan orang lain.

Di sekolah, di rumah, di masyarakat, ajaran dan yang dilihat sama. Sementara banyak orang beragama yang hanya diajarkan dan diminta menghafalkan cara berbuat baik dan sabar.

Itulah sebabnya dulu Nabi Muhammad Saw senantiasa berkata, “Biasakanlah berbuat baik., biasakanlah berbuat baik” Bukan menghafal perbuatan baik, tapi membiasakan berbuat baik. Tentu tujuan-nya agar kita menjadi orang baik, yang sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat.

Copas dari sebelah

Selasa, 22 September 2015

Sebuah renungan, ibadah yg kita lakukan

Reflexi Sore :

TANGISAN SEORANG PEDAGANG KAIN.

Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan ke NERAKA adalah sebab amalan yang banyak dan beragam tapi penuh CACAT ; baik Motif dan Niatnya, maupun tata cara yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Alkisah, suatu hari Atha' As-Salami, seorang generasi Tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang pembeli kain, sang pembeli kain mengatakan :
“Ya, Atha' sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”  

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' Assalami termenung lalu MENANGIS.

Melihat Atha' menangis, sang  pembeli kain berkata, “Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”      

Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya ? ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya.“

Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa IBADAH yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Semoga kisah ini menjadi pengingat kita untuk berusaha beribadah dengan sebaik-baiknya hingga tidak sia-sia dan tidak ada cacat di hadapan Allah SWT.

Wallahu a'lam.

Jumat, 18 September 2015

Cinta sejati

CINTA SEJATI  

Pagi itu Klinik sangat sibuk.
Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.

Dokter  memintanya menunggu, sebab masih banyak pasien yang harus ditanganinya, mungkin dia baru  dapat ditangani 1 jam lagi....

Sewaktu menunggu, kakek itu nampak gelisah, sebentar2 melirik ke jam tangannya.
Sang dokter merasa kasihan...

J a d i ketika sedang luang dokter itu sempatkan untuk memeriksa lukanya & nampaknya cukup baik & kering, tinggal membuka jahitan & memasang perban baru.

Sambil menangani lukanya, dokter bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak ter-buru2.

Lelaki tua itu menjawab : tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.

Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu & istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu dokter bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat ???

Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir....

Sang dokter sangat terkejut & berkata, "Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak sudah tidak kenal lagi ???"

Dia tersenyum  dan berkata :
"Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia kan ?"

Dengan berat dokter itu harus menahan air mata sampai kakek itu pergi...

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.

Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi dan yang akan terjadi.

Rizki itu milik allah

Na'uudzu billaah tsumma na'uudzubillaah
From Allah to Allah :

Rezeki Itu Milik Allah

by Leila Hana

"Saya nggak mau jd ibu rumah tangga saja.
Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana?
Siapa yg ksh makan sy dan anak2?
Istri itu hrs mandiri finansial supaya bs punya uang utk jaga2 kalau ada apa2 dg suami."

Seketika, kalimat itu buyar kala sy berhadapan dg seorang wanita berusia 47 thn yg datang ke rumah sy utk mengisi pengajian.

Wanita bersahaja itu datang jauh2, ckp jauh dr  komplek perumahan tmp t tinggal sy, utk memberi pengajian secara gratis.
Ingat, gratis lho....
Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yg sy berikan.
Dia datang utk menggantikan guru ngaji sy yg berhalangan.
Sambil menunggu teman2 lain, kami ngobrol2

"Coba tebak, anak sy berapa, Bu?" tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak2.
Sy sedikit mengeluhkan kondisi rumah yg berantakan krn  anak2 nggak bs diam, lalu dia memaklumkan. Namanya jg anak2.
Dia sdh berpengalaman krn anaknya lbh banyak dr sy.
"Ehm... empat?" (pikir saya, paling2 cm selisih satu).
"Masih jauh...."
"Tujuh...."
"Kurang... yg benar, delapan."
Mata sy membelalak.

Masya Allah! DELAPAN?!
"Itu msh  kurang, Bu. Ustazah Yoyoh (almarhumah Yoyoh Yusroh, mantan anggota DPR) saja anaknya 13.
Jadi, sy ini belum ada apa2nya," katanya, merendah.

Setelah itu, mengalirlah cerita2nya mengenai anak2nya smp  teman2 sy datang dan acara mengaji pun dimulai.
Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya.

Dr situ saya baru tahu kalau suaminya sdh meninggal dunia!
Meninggal krn kecelakaan motor, meninggalkan istri dan 8 anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya... wanita itu... seorang IBU RUMAH TANGGA.

Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tp jg bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian.
Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal?
Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran.
Coba, gimana?
Apa beliau lalu sengsara dan anak2nya putus sekolah?
No. no, no....

Kalau sy mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yg nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bs bertahan hidup dg 8 anak dan anak2nya bs tetap kuliah.
Mustahil itu... NGGAK MUNGKIN!

"Bagi Allah, nggak ada yg nggak mungkin, Bu.
Asal kita percaya sama Allah.
Allah yg ksh rezeki, kan?
Percaya saja sama Allah.
Sy cm yakin bhw smua yg sy dapatkan slama ini adalah krn kebaikan2 sy dan suami semasa hidup. Saya cm berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya.

Memang, suami sy dulu itu orgnya pemurah.
Klau ada yg minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas2an. Alhamdulillah, Allah kasih ganti.
Sewaktu suami msh hidup, kami hidup sederhana.
Rezeki suami itu dibagi ke orang2 jg, padahal anak kami ada 8.
Suami nggak takut kekurangan....."

Kami menahan napas.....

"Hingga suami sy meninggal dunia... uang duka yg kami dapatkan itu...
Masya Allah... jumlahnya 100 juta.
Padahal, suami saya itu biasa2 saja, bukan org penting.
Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yg mau ambruk."

Dengar uang 100 juta dr uang duka saja, saya sdh kagum.

"Saat renovasi rumah, sy serahkan saja ke tukangnya.
Dia bilang, uangnya kurang.
Sy lillahi ta'ala saja.
Yg penting atap rumah ngga ambruk, krn memang kondisiny sdh  memprihatinkan. Khawatirnya anak2 ketimpa atap....."

Sy membayangkan, keajaiban apa lg yg didapatkan oleh wanita itu?

"Nggak disangka. Begitu orang2 tau kalau sy sedang renovasi rumah, mrk  menyumbang.
Bukan ratusan ribu, tp puluhan juta!
Smp terkumpul 100 juta lg dan rumah sy spr bs dilihat sekarang....
Sampai hari ini, sy msh dpt transferan uang dr  mana2, Bu-Ibu.
Sy nggak tau dr siapa aja krn  mrk nggak bilang.
Sy  jg udh nggak pernah beli beras lg  sejak suami meninggal.
Selalu ada yg kasih beras."

Duh, nggak bs nahan airmata deh jadinya....
Apa rahasianya?
"Berbuat baik kpd  siapa saja, sekecil apa pun.
Insya Allah ada balasannya.
Rezeki itu milik Allah.
Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dr mana pun asalnya...." tutupnya.

Rezeki itu milik Allah, siapa pun tdk boleh takabur.
Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bhw hidup kita bakal terjamin krn bekerja.
Yg menjamin hidup kita adalah Allah.
Bekerja diniatkan utk ibadah.
Pembuka rezeki bs datang dr mana saja, salah satunya dr  berbuat kebaikan sekecil apa pun.

Ucapan, "Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yg kasih makan sy  dan anak2?" itu sama saja dg sirik, atau menduakan Allah.

Menganggap diri kita super, dg  kita bekerja, maka rezeki terjamin.
Padahal, Allah yg kasih rezeki.
Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lai[disingkat oleh WhatsApp]

Renungan

DIBACA YA PREN...

Dari Ustadz Yusuf Mansur

Suatu tanda bahwa hari kebangkitan akan tiba sebentar lagi::
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap.
Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap.

Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja.

Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahawa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari..
Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat..
Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!!
Maka telah tertutuplah pintu taubat..

Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta utk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca quran, 24 jam baca quran, golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 menunaikan solat secara berjemaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi..

Bismillahirrahmanirrahim.
Kenapa kita tidur saat Allah memanggil? Tapi kita sanggup menahan kantuk saat menonton film selama 3 jam?

Kenapa kita bosan saat baca al-qur'an? Melainkan kita lebih rela membaca timeline twitter, wall facebook, novel atau buku lain?

Kenapa kita senang sekali mengabaikan pesan dari Allah? Tapi kita sanggup memforward pesan yang aneh-aneh?

Kenapa masjid semakin kecil? Tapi bar dan club? semakin besar?

Kenapa kita lebih sangat senang menyembah ARTIS? Tapi sangat susah untuk menemui ALLAH? Pikirkan itu

Apakah anda akan menforward pesan ini?
Apakah anda akan mengabaikan pesan ini karena takut ditertawakan dengan kawan yang lain?

Allah Berkata: "Jika kamu menyangkal Aku di depan teman-temanmu, Aku akan menyangkal kamu pada saat hari penghakiman..."

"Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yg mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala

-renungkanlah..
Bacalah
KIAMAT menurut Agama Islam di tandai dgn:
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita bisa kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
Itulah yg dimaksud dajjal yg bermata satu: artinya hanya mmikirkan duniawi drpda akhirat.

Kerugian meninggalkan solat:
Subuh:
Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur:
Berkat pendapatan akan hilang.
Asar:
Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib:
Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti
Isya':
Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama
Niatkan ibadah(sebarkan ilmu walau 1 ayat)

Nasihat Kubur: 🔊
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM..

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca  AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2  yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5). Aku yg menyepitmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT

6). Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit,  bebaskan rendaman itu dgn PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawapanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LAILAHAILALLAH"

Kirim  ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
Karena, saat kamu membawa Al-Qur'an, setan biasa2 saja.
Saat kamu membukanya, syaitan mulai curiga.
Saat kamu membacanya, ia gelisah.
Saat kamu mmahaminya, ia kejang2.
Saat kamu mengamalkan Al-Qur'an dlm kehidupan shari-hari, ia stroke.
Trus n trus baca & amalkan agar syaitan stroke dan mati.
Ketika anda ingin menyebarkan .. ini, lagi2 syaitan pun mencegahnya.

Syaitan berbisik;
"SUdahlaaaaaah tak usah bersusah payah di SEBARKAN, tak penting , BUANG WAKTU saja, tak mungkin akan di baca "...
Sekecil apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya puluhan kali ganda ..

Ø Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak bisa kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan

K: Kiblat
A: Arah
A: aku
B: Bersujud hingga
A: akhir
H: Hayatku

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari.

Renungan

Sebuah Renungan Tentang Kehidupan

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri".
[QS 57 Al-Hadid, Ayat 22-23]

Kita tidak mungkin merubah yang telah terjadi, juga tidak mampu menggariskan masa depan, lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan atas apa yang sudah tidak bisa kita rubah..?!

Hidup ini sangat singkat, sedang target yang harus kita capai sangat banyak.. Kita harus fokus kepada yang paling penting untuk kita prioritaskan..

Jika Anda merasa jalan sudah sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Kuasa atas segalanya, dan ucapkan alhamdulillah atas semuanya..!

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang, sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang..Tapi, Titanic tenggelam dan menenggelamkan manusia, sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia..!

Kita bukanlah penduduk asli di bumi ini, asal kita adalah surga, tempat dimana kakek kita, Adam, tinggal pertama kali..

Kita tinggal di dunia ini hanya sementara, untuk mengikuti ujian lalu segera kembali..

Maka berusahalah semampu Anda untuk mengejar kafilah orang-orang sholeh agar bisa kembali ke negeri asal yang sangat luas dan indah itu..

Temukan selalu jatidiri Anda dan kekuatan Anda serta kebahagiaan dan kedamaian Anda dalam dzikir dan doa-doa..

Jangan sia-siakan waktu Anda di planet kecil ini..!

Perpisahan itu bukanlah karena safar yang jauh, atau ditinggal orang tercinta, bahkan, kematian-pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan bertemu di akhirat..

Perpisahan itu adalah, jika salah satu diantara kita masuk surga dan yang lain masuk neraka..!

Semoga Allah jadikan kita semua sebagai penghuni surga..!

Hidup ini adalah cerita pendek; dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah..

Kemudian hisab yang hanya menghasilkan dua kemungkinan; pahala atau siksa.. Surga atau neraka.. Bahagia atau sengsara.. Sukses besar atau gagal total..!

Maka, hidup dan mati-lah untuk Allah dan di jalan Allah pasti Anda akan menjadi makhlukNya yang bahagia dan selamat di dunia dan akhirat..

[Disarikan dari tulisan Dr. 'A'idh Al-Qarni hafidhahullah dan sumber lain]

Chat yang menginspirasi. Biasakan bicara positif

[8/11, 4:00 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Su dr bln november 2014 tuh operasi perut krn radang perut ksh keluar daging yg tumbuh diluar usus. Blm lg potong usus 1 meter. Eee operasi kedua januari 2015 perut ada perlengketan usus, usus dipotong lg 60 cm. Trs perut ada ksh keluar kotoran feses lwt lubang dpn bks operasi. Pi ksh jebol itu jahitan jd lubang. Akhirnya dokter operasi utk buat lubang hingga skrg. BAB lwt bwh mpn lubang di atas perut. Hingga kini blm sembuh2... rawat jalan di rmh dg biaya tinggi.
[8/11, 4:04 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Jd hati2 dlm berucap kah keluarkan kata2. Krn ucapan jg doa to. Kalo di ulang2 bs jd kenyataan. Spt contohnya ibu sy itu. Pdhl dia makanan saja dijaga... rajin olahraga. Cuma ucapan yg tdk dijaga. Skrg menyesal seumur hidup. Dia sdh mengata-ngatai perut nya yg sehat utk jd sakit.  Mengenaskan kalo sy blg..
Di hari tua sakit perut berkepanjangan... dr November 2014 hingga Agt 2015 blm sembuh2...
[8/11, 4:08 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Sa kmrn byk belajar ilmu  NLP, hipnoterapi mpn quantum.... ada mmg spt itu
[8/11, 4:11 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Wong blg ksh ajar anak saja sebaiknya tdk menggunakan kata negatif kok. Spt jgn nakal. Tp anak2 yg di ingat itu malah nakalnya bkn jangannya.. ya to.. jd pi blg anak hindari kata negatif spt kata jangan.. gunakan present...
[8/11, 4:11 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Hypnoparenting pu trik jg byk eehh utk anak..
[8/11, 4:23 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Contoh lg ini sepele tp fatal akibatnya jg. Sa kmrn ada nginap di dokter mrs.x  2 bln di jayapura. Dia di rmh selalu blg kata lupa... apapun blg lupa lah tulalit.. eee sekali liburan ajak sa dg anak ke karimun jawa piknik dg anak2nya jg. Itu ucap kata lupa di ulang2. Hbs dr karimunjawa sa antar dia ronsen mlm. Trs blg lupa kalo ronsen tatinggal di rmh pi balik lg dlm perjalanannya pagi mau ke dokter gigi.  Su sampe di dokter gigi de ada cas itu hp baru su end plg jln mau ke mal smg lupa pi balik lg ke dokter ambil itu hp yg dicas. Su sampe mal smg mau perbaiki laptop toshiba de lupa bw laptop dr rmh. Wah ada brp kali sdh sehari sa ada antar dokter sandra spesialis anak wira wiri utk kondisi yg dia lupa utk membawanya. Ya ronsen, hp, laptop. Pdhl bskx mau plg ke jkt lanjut ke jayapura. Jd kebiasaan yg tdk bgs (bkn blg jelek tp tdk bgs) sebaikx tdk diikuti spt blg kata lupa. Akhirnya mlh bener2 lupa. Jd sehari2 mending blg blm ingat taruh sesuatu apa gitu di mn. Jd nantinya malah jd ingat to. Kalo pi blg lupa.. jd beneran lupa..
[8/11, 4:24 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Jd sa sama anak selalu srg saling mengingatkan utk tdk blg kata lupa tp sebut kata : belum ingat.. biar nantinya jd ingat. Bkn blg lupa. Nanti lupa beneran. Alhamdulillah skrg anak n sy selalu jd ingat.
[8/11, 4:50 PM] ‪+62 852-9311-6868‬: Satu hal lg yg org2 umum biasa blg itu : kepala saya sakit.  Atau badan lg sakit. Tp sebaiknya blg : saya belum sehat...  jd nanti bawah sadar kita akan merekam utk usaha kita menjadi sehat bugar kembali. Tp kalo blg sakit kata negatif yg diucapkan nanti kesembuhan yg didpt lama prosesnya menjd sehat. Iya to.. mending blg sy blm sehat benar.. lbh positif... akhirnya kita jd semangat utk sehat kembali.

By rhenaldi kasali

(By ... Rhenald Kasali)

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitanb menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit. 

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah orangtua

Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya.

Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"

Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya. Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.

Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung orang dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif. Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.

Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui. Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya. Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka.  Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan. Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan. Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja: orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu. Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk mencoba...

Kisah inspirasi pasangan harmonis


✳ Kisah Inspiratif utk Pasangan Harmonis:

✳ Pada satu acara tv nasional, seorang ibu rumah tangga (IRT) setengah baya menjawab pertanyaan MC. Ini petikan dialog mereka.

MC : "Apakah ibu merasa suami Ibu ada kekurangannya?"
IRT : "Sebanyak bintang di langit ! Tidak sanggup menghitung semuanya !"
MC : "Apakah kebaikan suami Ibu juga, banyak sekali ?"
IRT: "Sedikit sekali ! Bagaikan matahari di langit !"
MC : Terus, knp Ibu bisa hidup bersamanya lebih dari seperempat abad, dan tetap saling menyayangi ?"
IRT : "Karena begitu matahari terbit, semua bintang di langit jadi tidak kelihatan !"
Luar biasa..!..👌👍🌺

Ayah itu murah hati

AYAH ITU MURAH HATI 😃

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan….
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya.….
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu”
Ketika ia ingin berkata ,,tidak”
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin..
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi..
Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”..

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya.
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…
Ayah tidak suka meneteskan air mata ….
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…
tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan. 😃

TERNYATA AYAH ITU MENGAGUMKAN LHO.. 😊
👉 http://blog.berdakwah.net/ternyata-ayah-itu-mengagumkan

BERDAKWAH @ LINE
🌐 www.berdakwah.net ● 💻 blog.berdakwah.net
📣 radio.berdakwah.net ● 📺 live.berdakwah.net

Akhir suami - istri

🏡 Tema : Akhir Suami Isteri

1. Dari Hotel Santika Jogjakarta, ada copas dari teman sebelah. Kita resapi yuuk.

2. Al kisah ada suami isteri di usia senja. Tinggal di rumah yg telah dihuni puluhan tahun. Dua anak mereka telah mandiri.

3. Suami pensiunan, sedang Isteri ibu rumah tangga. Mereka lebih memilih tinggal di rumah yg skrg meski anak2 meminta mereka pindah.

4. Jadilah mereka berdua yg sudah renta, menghabiskan waktu sisa di rumah yg telah jadi saksi ribuan bahkan jutaan peristiwa.

5. Suatu saat lepas senja ba'da halat Isya, di Masjid tak jauh dari rumah, Isteri tak temukan sandalnya.

6. Saat sibuk mencari, Suami menghampiri: “Kenapa, Bu?” Isteri menoleh sambil berkata: “Sandal Ibu nggak ketemu Pak”.

7. “Ya sudah nggak apa2. Pakai sandal ini saja”, kata Suami sambil sodorkan sandal yg dipakainya. Walau ragu, Isteri kenakan sandal Bapak.

8. Menuruti perkataan Suami adalah kebiasaannya. Jarang membantah. Paham kegundahan Isteri, suami genggam lengan Isteri.

9. Pikiran Suami berkelebat. Bgmnpun aku bisa melangkah karena ditopang kaki Isteriku selama puluhan tahun.

10. Terimakasih sebanyak, sebesar, dan sedalam apapun takkan pernah setimpal dg apa yg telah dilakukan untukku.

11. Kaki isterinya yg mungil, selalu berlari kecil membukakan pintu utk-ku saat aku pulang kerja. Juga di tengah2 malam.

12. Kaki yg telah antar anak2 ke sekolah tanpa kenal lelah. Kaki yg menyusuri berbagai tempat mencari kebutuhanku dan anak2 di rumah.

13. Sang Isteri memandang Suaminya sambil tersenyum. Dg tulus mereka kembali ke rumah setelah shalat Isya berjamaah di Masjid.

14. Di usia lanjut, penyakit diabet telah menyerang pandangan mata Isteri. Saat kesulitan merapihkan kuku, Suami dg lembut membantu.

15. Suami ambil gunting kuku dari tangan Isteri. Jari2 yg sudah keriput digenggam suami. Lalu dipotong kuku isteri.

16. Setelah selesai, dikecup jemari Isteri. Suami lirih berkata: “Terimakasih ya, Bu”. Sembari tersenyum Suami memandang wajah Isteri.

17. “Tidak, Pak. Ibu yg seharusnya berterimakasih. Bapak telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas Isteri tersipu2.

18. “Terimakasih utk semua pekerjaan yang luar biasa repotnya, yg tentu tak sanggup aku lakukan”.

19. “Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata Suami tulus.
20. Mata ibu sembab. Dua titik air mata menggayut di mata isteri. “Bapak koq bicara begitu?” Ibu senang atas semuanya, Pak.

21. Apa yg telah kita lalui bersama adalah sesuatu yg luar biasa. Ibu selalu bersyukur pd keluarga, baik atau buruk. Semua kita hadapi.

22. Hari Jumat yg cerah, suami siap berangkat ke Masjid. Setelah pamit, suami menoleh sekali lagi pd isteri. Wajah Bapak teduh, bening.

23. Tak ada tanda apapun, seperti biasa. Hingga bbrp saat kemudian, bbrp org mengetuk pintu memberi kabar yg tak pernah diduga.

24. Innalillahi waina illaihi rojiun. Bapak, suaminya, siang itu telah menyelesaikan perjalanan di dunia. Menghadap Sang Khalik.

25. Bapak berpulang saat sedang duduk di tahiyat akhir Shalat Jumat. Telunjuknya masih sempurna menunjuk Kiblat.

26. Subhanallah, sungguh akhir perjalanan hidup yg indah. Demikian gumam para jama’ah setelah menyadari ada jamaah yg wafat saat shalat.

27. Ibu tersadar, ketika Bapak menoleh lagi sebelum beranjak keluar pagar. Terbayang tatapan terakhir Bapak. Senyumnya teduh.

28. Apakah itu tanda bahwa suaminya berat hati akan meninggalkan isteri untuk selamanya? Ibu mendesah sesenggukan.

29. Bbrp hari kemudian, Ibu bermimpi bertemu suaminya. Dg wajah cerah, suami menghampiri dirinya. Membelai rambutnya selembut dulu.

30. “Apa yg Bapak lakukan?” tanya isteri bercampur bingung. “Ibu harus kelihatan cantik. Kita akan lakukan perjalanan jauh”.

31. “Bapak tak bisa tanpa ibu. Bahkan setelah kehidupan dunia ini berakhir sekalipun. Bapak selalu butuh Ibu”.

32. “Saat Bapak disuruh memilih pendamping, Bapak bingung. Bapak bilang pendamping saya tertinggal. Saya mohon izin untuk menjemputnya”.

33. Isteri menangis sebelum akhirnya berkata: “Ibu ikhlas Bapak pergi. Tapi Ibu tak bisa bohong kalau Ibu takut sekali sekarang sendirian”.

34. “Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, apalagi untuk selamanya, tentu tidak akan Ibu sia2kan”.

35. Tangis ibu berganti dengan senyuman. Senyum terakhir yang indah dalam mimpi ibu yang terakhir pula.

36. Tetangga berdatangan, memandikan jenazah seorang wanita, yang hanya tiga hari setelah ditinggal Bapak.

37. “Isterimu adalah bajumu. Dan suami itu adalah bajumu pula (Al Baqarah 187).

Allahu Akbar...!!!

Kamis, 17 September 2015

Mutiara nasehat

①. MANUSIA yang paling berbahaya adalah MUNAFIK / LICIK.
②. SENJATA yang paling berbahaya adalah LIDAH.
③. KEBIASAAN yang paling merusak adalah MEREMEHKAN DOSA KECIL.
④. PERASAAN yang paling tidak berguna adalah DENGKI.
⑤. KEGAGALAN yang paling
melumpuhkan adalah MALAS.
⑥. KONDISI yang terburuk adalah LEMAHNYA IMAN.
⑦. PAKAIAN yang paling indah di dunia adalah AKHLAK YANG MULIA.
⑧. SUKACITA yang terbesar adalah TERKABULNYA DOA.
⑨. PEKERJAAN yang paling
memuaskan adalah AMAL YANG IKHLAS.
⑩. KOMPUTER yang paling hebat adalah AKAL.
⑪. ENERGI yang terbesar adalah IMAN YANG KUAT.
⑫. OBAT TIDUR yang paling mujarab adalah HATI YANG TENANG.
⑬. DUA KATA yang penuh kekuatan adalah SAYA BISA.
⑭. ASET yang TERBESAR adalah AMAL SOLEH.
⑮. ALAT KOMUNIKASI yang paling hebat adalah DOA.

Melangkahlah..bersabar

🌾MELANGKAHLAH......
BERSABARLAH.........🌾

Ummahatu fillah............
Jika semua yang kita kehendaki harus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan harus TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita harus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa2 yang SULIT

▶Biarlah ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

▶Ketika kerja kita tidak dihargai, maka saat itu kita sedang belajar tentang KEIKHLASAN

▶Ketika usaha kita dinilai tidak penting, maka saat itu kita sedang belajar  KESABARAN

▶Ketika hati kita terluka yang teramat dalam, maka saat itu kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN

▶Ketika kita lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kita sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

▶Ketika kita merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kita sedang belajar tentang KETANGGUHAN

▶Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kita tanggung, maka saat itu kita sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap semangat….
Jaga keikhlasan....
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kita sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLOH...menaruh kita di “tempat” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & DERAI AIR MATA……

Ya Allah, kuatkan kami yang lemah ini untuk Istiqomah di jalan-Mu hingga maut menjemput ....آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ
_

يا مقلب القلب ثبت قلبي على الدينك._________________________
Note: Mari terus sebarkan kebaikan. Kita tidak pernah tahu berapa banyak orang yang mendapatkan hidayah dengan sedikit langkah yang kita lakukan...

Met aktifitas..take care..😄

Perlakukan orang tua mu seperti raja-raja

"Budi Harta Winata, Pengusaha baja / Pemilik PT. Artha Mas Graha Adalan.
(Twitter @bhartwinata) Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat,

“Jadikan Orang tuamu Raja, maka Rezeki-nya seperti Raja”.

Pengusaha yg kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bhw Orang2 hebat & sukses yg ia kenal semuanya memperlakukan Orang tua nya seperti Raja. Mereka menghormati, memuliakan, melayani & memprioritaskan Orang tua-nya.

Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur,
“Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu.
Sudah tahu Orang tua sdh melahirkan & membesarkan kita, lha kok masih tega2nya kita minta harta ke mereka, padahal kita sdh dewasa.
Atau, Orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.

Bila ini yg terjadi maka Rezeki Orang itu, Rezeki Pembantu, krn ia memperlakukan Orang tua-nya seperti Pembantu. Walau Suami-istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya”.

Dari diskusi itu, kami pun melakukan survey kecil2 an kpd beberapa org.Kami bertanya anaknya berapa ?
Siapa yg paling sukses?
Siapa yg paling susah?

TERNYATA jawabnya semua sama.
Anak2 yg sukses adalah : Anak yg memperlakukan Orang tua-nya seperti Raja.
Dan anak2 yg sengsara hidupnya adalah mereka yg sibuk dgn urusan dirinya sendiri & kurang perduli pd org tuanya.

Tapi juga JANGAN mendekati org tua utk mendapatkan Hartanya.

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan org tua seperti raja. Buktikan & jangan hanya ada di angan2.

Beruntunglah bagi yg msh memiliki org tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti.

UANG bisa dicari, tp kesempatan utk mengasihi tdk bisa lagi.!!!!"                                                                              
Share ke anak-2/Cucu-2 kita..
Supaya anak/cucu kita SUKSES di Dunia-Akhirat

Lebih penting bekal kematian apa bekal hari tua??

🌴LEBIH PENTING MANA BEKAL KEMATIAN ATAU BEKAL HARI TUA ???

Assalamu'alaikum Wr Wb

Suatu saat kami berdiskusi masalah manajemen dengan seorang kawan yang kebetulan dia adalah seorang pejabat, saat itu topiknya adalah  kesejahteraan
karyawan termasuk bagaimana menghitung SHT (Santunan Hari Tua) bagi karyawan yang pensiun.

[yah tak terasa kita semua memang sudah 'maghrib', jadi kita juga siap 'landing' yah]
kembali ke cerita kawan saya,
yang getol bagaimana mempersiapkan kehidupan setelah dia pensiun, dengan SHT yang kelihatan gede mau diapain, disisi lain dengan uang pensiun yang
menjadi seperlima take home pay saat ini apakah akan cukup hidup, padahal gaya hidup inginnya tetap.

Pendidikan anak yang tetap harus dibayar sampai paling tidak S1nya selesai, padahal dari gaji normal tidak akan cukup,

Mungkin perlu persiapan sampai biaya pernikahan anak-2, sampai mungkin menghitung membeli mobil baru untuk enjoy masa pensiunnya,
jadi dia tetap ngotot pokoknya apapun akan dilakukan, asal bekal untuk hari
tua tercukupi. maksud hari tua adalah ketika kita memasuki usia pensiun pada umur lebih 56 tahun.

hari itu hari Jum'at
kitapun berangkat ke shalat Jum'at
seorang kawan yang terlibat perdebatan tadi menjadi khotib Jum'at dan
mengambil topik khutbah Jum'at tentang "kematian dan bekal kematian".

HIKMAH KEMATIAN:

Mati adalah berpisahnya antara ruh dan jasad dari suatu makhluk yang bernyawa.

Bagi seorang muslim tidaklah penting membahas masalah kematiannya, tapi yang lebih penting adalah BEKAL APA yang sudah kita
persiapkan sesudah kematian. Di hari kiamat nanti, yang akan ditimbang hanya pahala.

Apakah kita lebih banyak pahalanya atau dosanya.

Surga hanya bisa dimasuki hanya dengan bekal pahala yang lebih banyak daripada dosa
kita.
Kita jangan terlena hidup di dunia ini, hidup kita pasti akan diakhiri dengan yang namanya ajal.
Coba kita renungkan, jika bapak/ibu
menjelang tidur planning apa yang sudah kita persiapkan? Apakah rencana
besok kita siap hidup atau siap mati? Padahal tidak sedikit orang yang
malamnya tidur dan ternyata paginya tidak bangun-bangun lagi. Kadang kita
sering terjebak dengan sesuatu yang tidak pasti; kita persiapkan tabungan untuk hari tua, asuransi, pensiunan dan lain-lain dengan tujuan supaya usia tua kita tidak melarat, padahal itu semua belum pasti.
Jujur saja, 90%
persen kita di sini pasti punya rekening bank,
60% punya tabungan,
40% punya deposito,
90% punya rumah,
40% punya property lainnya apakah tanah atau rumah kedua.
Semua diatur rapi di rencana untuk jaga-jaga persiapan
HARI TUA nanti.

Coba kita review kembali doa yang biasa kita bacakan menjelang tidur, kita sering berkata:

"Bismika Allahumma ahya wa bismika ammut" Artinya : dengan
menyebut nama-Mu Ya Allah aku hidup dan aku mati. Ketika membaca do'a itu, kita yakin semua disini hafal do'a itu, tetapi apakah semua kita PAHAM arti dan makna pesan dari do'a itu?

Dalam doa tersebut sebetulnya ada satu pesan supaya kita balance dalam
persiapan hidup dan persiapan mati untuk hari esok atau dengan kata lain imbang untuk persiapan bekal HARI TUA DAN BEKAL KEMATIAN.

Tapi bila kita lihat kepastiannya, MATIlah yang lebih PASTI dari pada masih bisa hidup pada esok hari. Inilah mungkin yang sering kita lupakan.

Al-Ghazali pernah ditanya oleh seseorang :
"Wahai tuan apa yang semakin hari semakin mendekat dalam kehidupan ini?" Jawab Al-Gazali: "Yang kian hari kian mendekat dalam kehidupan ini adalah kematian".

Allah banyak sekali mengingatkan kita tentang orang yang menyesal karena
saat kematian tiba bekal yang dibawanya merasa tidak cukup dan merengek kepada Allah supaya jangan dulu dimatikan atau dikembalikan lagi ke dunia
(QS Al-Munafiqun [63] ayat 8-11).

Rasul Muhammad SAW sering mengingatkan bahwa orang yang paling smart/cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan BEKAL untuk itu.

Kawan, saat itu kawan saya yang pejabat menyalami sang khotib Jum'at dengan berkata:
"Kawanku, sekarang aku sudah paham dan setuju bahwa

🍂BEKAL KEMATIAN
lebih penting daripada BEKAL HARI TUA".

Kita semua kembali ke ruang meeting, tetapi kemana seorang kawanku tadi, sekretaris melapor bahwa ternyata dia masih di masjid, kelihatan merenung sendirian.

Dan Innalillaahi wa inna lillaahi roji'un, esok harinya beliau masuk ICU dan sehari kemudian beliau berpulang ke rahmatullah.
Kita semua tercenung dengan renungan ujian praktek kehidupan ini. Aku terhentak:

SUDAH cukupkah BEKALku untuk menjemput kematian yang PASTI akan
tiba???
Buat apa deposito bank nanti? Apakah aku akan juga menikmatinya,
apakah aku juga akan sampai pada HARI TUA yang rata-rata dengan apiknya kita persiapkan?

TERNYATA MEMANG BENAR BAHWA MEMPERSIAPKAN BEKAL KEMATIAN LEBIH PENTING
DARIPADA MEMPERSIAPKAN HARI TUA YANG BELUM TENTU KITA AKAN SAMPAI PADA USIA HARI TUA ITU.

Hari ini aku kembali tercenung lagi dengan SMS seorang lulusan STM yang pernah bangkrut kemudian bisa merangkak lagi meraih kehidupan dunianya dengan pekerjaannya yang baru, bunyinya begini:
"AssWrWb. Mas, lebih setahun saya sempat terpuruk, alhamdulillah sekarang mampu berzakat lagi. Saya kangen berzakat lagi. WassWrWb.

Subhanallaah, saya menitikkan air mata, dengan sebuah kata "KANGEN"
(=rindu), beliau 'kangen berzakat' lagi.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Pesantren al-Quran dan Teknologi DURIYAT MULIA
http://www.duriyat.or.id.

Mengasah kapak

Mengasah Kapak

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat
kuat. Dia melamar
pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia
mendapatkannya. Gaji dan
kondisi kerja yang diterimanya sangat baik.
Karenanya sang penebang
pohon
memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan
menunjukkan area kerjanya.
Hari pertama sang penebang pohon berhasil
merobohkan 18 batang pohon.
Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus,
bekerjalah seperti
itu!"

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan
hari sang
penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia
hanya berhasil
merobohkan
15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras
lagi, tetapi hanya
berhasil merobohkan 10 batang pohon.
Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil
dirobohkannya makin
sedikit. "Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku",
pikir penebang
pohon
itu.

Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil
mengatakan tidak
mengerti apa yang terjadi.
"Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang
majikan bertanya.
"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk
mengasah kapak. Saya sangat
sibuk mengapak pohon," katanya.

Catatan :
Kehidupan kita sama seperti itu.
Seringkali kita sangat sibuk
sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk
mengasah kapak.
"Di masa sekarang ini,
banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya,
tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa?
Mungkinkah kita telah lupa
bagaimana caranya untuk tetap tajam?

Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.
Tetapi tidaklah
seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga
mengabaikan hal-hal yang
sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti
kehidupan pribadi,
menyediakan waktu untuk membaca, dan lain
sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk
berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh.
Bila kita tidak mempunyai waktu
untuk mengasah kapak,
kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas.
Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja
lebih efektif dan
menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

Matematika kehidupan

MATEMATIKA KEHIDUPAN 

🌹Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?
🌹Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?
🌹Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?
🌹Hikmatnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
😀1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yg BENAR.
Rumus matematikanya:
+ x + = +
😢2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya:
+ x – = –
– x + = –
😀3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya:
– x – = +

👍Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti atau tepat, yang bisa kita ambil sebagai PELAJARAN HIDUP.
🌹Untuk matematika pembagian adalah sebagai berikut:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).
😍Maknanya adalah:
kalau kita melakukan perbuatan baik, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).
😃Tetapi ketika kita melakukannya dengan IKHLAS,
Tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apapun, sama dengan 1 ÷ 0, maka hasilnya akan “Tak Terhingga” yang artinya Alloh swt akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga.
👍Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Alloh memperbaiki keadaanmu.
👍Ketika engkau menginginkan kebaikan untuk orang lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tak engkau duga sebelumnya.
😃Di saat engkau hidup untuk membuat orang lain bahagia, Alloh swt menjadikan orang lain membahagiakan engkau.
🙏Maka carilah selalu kesempatan untuk “memberi”, bukan “mengambil”.
Setiap kali engkau memberi, maka di saat itulah engkau diberi oleh Alloh swt  tanpa engkau meminta..
Beri yang terbaik buat sesama ...
Investasikan sisa waktu dan kesempatan yang ada untuk kehidupan dimasa datang.