Cerita kawan...
Kata orang, hal yang tersulit dilakukan orang adalah "Memberi". Dibutuhkan sikap kerelaan hati untuk bisa memberi dan itu tidak mudah. Memang benar sih....
Tapi menurut saya, justru "Menerima"-lah yang paling sulit.
Mengapa? Karena dengan cara apapun - dan dalam kondisi apapun - kita sebenarnya masih bisa memberi orang. Ketika Anda berjumpa dengan fakir miskin, Anda masih bisa memberikan sedekah padanya, walau Anda sendiri sedang gak punya uang. "Senyum saja sudah berarti memberi shadakoh."
Tuhan mengajarkan pada kita, "Mintalah, maka Aku akan memberi..."
Dari perkataaan ini, Allah menunjukkan begitu besar kemulian-Nya sehingga apapun yang kita minta, Dia pasti akan memberi. Tapi... tunggu dulu! Allah tidak menjanjikan Dia akan memberikan PERSIS SEPERTI YANG KITA MAU kan ? Dia hanya menjanjikan "memberi". Artinya : Apapun yang Dia berikan, kita harus terima, karena kitalah yang memintanya. Dan seringkali, apa yang diberikan Allah tidaklah sesuai dengan apa yang kita maui. Dan di sinilah kebesaran hati kita diuji untuk bisa menerima dan mensyukurinya.
Saya ingat cerita tentang Nabi Musa yang membawa Israel keluar dari Tanah Mesir. Anda tentu ingat, betapa "manjanya" orang2 Israel itu. Saat mereka haus, Tuhan menunjukkan mata air pada mereka. Tapi... eh, malah complain dan bilang airnya pahit. Pas lapar, Tuhan kasih manna (makanan), eh, complain lagi dan bilang bosan / gak enak. Pas udah diselamatin, eh, complain lagi bilang "capek" dan lebih enak tinggal di Mesir.
Kalo saya jadi Musa, sudah saya tinggalin deh mereka.
Tapi Allah sungguh baik, selalu "memberi" apapun buat mereka.
Ya... menerima itu gak gampang. Karena banyak dari permintaan kita yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena itu, butuh kebesaran hati untuk bisa menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan pada kita.
Jadi...
Ketika kita menerima gaji tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan pimpinan, terimalah dan bersyukurlah bahwa Anda masih digaji dan perusahaan masih mempekerjakan Anda. (Masalah apakah Anda akan terus kerja di tempat itu atau cari tempat lain, itu beda kasus... ^_^ ).
Ketika masakan istri Anda tidak enak, terlalu lembek, terlalu asin, atau terlalu "apa adanya" (wortel masih terlalu keras, daging masih terlalu mentah dan alot, kentang masih ada bekas2 tanah saat disajikan, dll...), terimalah dan bersyukurlah, karena dia rela memasakkannya untuk Anda, bukan untuk orang lain.
Ketika anak2 Anda "menghancurkan" rumah Anda, termasuk merusak tv plasma Anda yang bernilai lebih dari Rp 21 juta, terimalah dan bersyukurlah. Karena jika Anda pergi ke rumah sakit, Anda akan temukan begitu banyak anak2 terbaring lemah di sana dengan tubuh yg dipasangi selang-selang dan tidak bisa bergerak bebas seperti anak Anda di rumah.
Ketika Anda meminta pada Tuhan seorang kekasih setampan, sekaya, dan secerdas Tom Cruise atau David Becham, namun malah diberi kekasih setara Tukul Arwana, terimalah dan bersyukurlah. Karena Anda tidak perlu menguatirkan ke mana dan bersama siapa kekasih Anda saat Anda tidak di sampingnya J .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar