Kamis, 17 September 2015

Mengasah kapak

Mengasah Kapak

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat
kuat. Dia melamar
pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia
mendapatkannya. Gaji dan
kondisi kerja yang diterimanya sangat baik.
Karenanya sang penebang
pohon
memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan
menunjukkan area kerjanya.
Hari pertama sang penebang pohon berhasil
merobohkan 18 batang pohon.
Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus,
bekerjalah seperti
itu!"

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan
hari sang
penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia
hanya berhasil
merobohkan
15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras
lagi, tetapi hanya
berhasil merobohkan 10 batang pohon.
Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil
dirobohkannya makin
sedikit. "Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku",
pikir penebang
pohon
itu.

Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil
mengatakan tidak
mengerti apa yang terjadi.
"Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang
majikan bertanya.
"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk
mengasah kapak. Saya sangat
sibuk mengapak pohon," katanya.

Catatan :
Kehidupan kita sama seperti itu.
Seringkali kita sangat sibuk
sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk
mengasah kapak.
"Di masa sekarang ini,
banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya,
tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa?
Mungkinkah kita telah lupa
bagaimana caranya untuk tetap tajam?

Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.
Tetapi tidaklah
seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga
mengabaikan hal-hal yang
sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti
kehidupan pribadi,
menyediakan waktu untuk membaca, dan lain
sebagainya.

Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk
berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh.
Bila kita tidak mempunyai waktu
untuk mengasah kapak,
kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas.
Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja
lebih efektif dan
menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar